Thursday, August 23, 2007

Coretan buat Anakku


Kurasa aku kuat, kurasa aku akan tabah...
Ternyata hati ini begitu rapuh,
Ternyata aku tak siap.
Hati bagai disayat sembilu,
begitu ngilu dan pedih,
bagai hilang sebagian jiwaku,
ketika aku melambaikan tanganku,
ketika engkau melepas kepergian kami.

tak ada lagi rasa hangat didada
ketika pagi ini aku melihat ke kamarmu...
yang ada hanya kamar yang dingin dan sepi.
tak ada lagi wake up call buatmu
pagi ini, hanya tatapan kosong pada kamar tidurmu
tak kulihat lagi kini, hingga lama mungkin...
senyum ceriamu dipagi hari dan sapamu yang manja....
pagiiiiii maaa.....

Entah sampai kapan airmata ini akan kering
bila mengenangmu, bila mengingatmu
engkau anakku, tapi juga penghangat jiwaku
penyaman bathinku, temanku yang tercinta.
apakah nasib seorang ibu selalu begini ?
membesarkan
anak, mencintai anak
dengan sepenuh jiwa raganya
lalu....ketika anak dewasa
hanya kenangan manis saja yang tersisa
karena kemudian kita kembali sendiri
karena sang anak harus merengkuh cita2nya
dan lepas dari pelukan kasih sang ibu.

Ya Allah,
Buah hati kami yang engkau titipkan pada kami,
untuk kami rawat dengan cinta kasih.
Kini telah saatnya kami melepasnya
untuk menggapai masa depannya.
Kami panjatkan doa tulus padamu ya Allah
Semoga buah hati kami, yang kami sangat cintai
selalu dalam lindungan dan rahmatMu
Semoga juga hidupnya selalu dalam kebahagiaan.
Amien Ya Robbal Alamin.

d'ez
Abu Dhabi
18 Agustus 2007.


kemudian ternyata papanya membalas tulisan ini :

Ungkapan-ungkapan mu sangat menyentuh, yay.
Sedapat-dapatku ikut merasakan kepedihan mu,
kutahu tak akan sepadan dengan yang kau rasakan.

Di penerbangan Doha - Abu Dhabi
Ku sadar ku tak kan mampu melipur duka mu
Saat itu tak akan ada hasilnya menasihatimu

Kubiarkan pertimbanganmu berjalan dengan waktu,
Tentu kau tahu bahwa aku pun sangat kehilangan keceriaan Bamby
Yang membedakan mungkin keberserahan diri
Terhadap sunatullah yang tak mungkin dihindarkan

Berbahagialah kau
Sebagai ibunda yang berhasil membangun cinta
Dalam diri mu terhadap anak dan keluagamu

Semoga Allah yang Maha Penyayang dan Pengasih
mengembalikan cintamu melalui
kasih sayang Nya
dalam bentuk yang lain
dari interaksi mu dengan Nya

Karena kupercaya cinta yang paling abadi
adalah cinta dan kasih sayang Nya

Dan cinta di antara insan insan nya
hanya lah sepercik cerminan dari
cinta dan kasih sayang Nya
yang maha luas dan indah.

Berharap ku selalu dapat menemanimu
dalam duka dan suka.-


Bambang.-


back to : Dapurnya D'ez

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home